Mungkin masih banyak pelaku usaha — dari UMKM hingga perusahaan besar di kota-kota seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta — yang bingung, “Apa sebenarnya bedanya landing page dengan website perusahaan?” Sekilas mirip: sama-sama halaman web, sama-sama bisa diakses online. Tapi fungsi dan strateginya sangat berbeda.
Memahami perbedaan keduanya penting supaya Anda tidak salah memilih saat membuat website bisnis. Karena pilihan yang tepat bisa memengaruhi hasil konversi, citra profesional, bahkan efisiensi biaya promosi digital Anda.
1. Pengertian Dasar: Fokus vs. Kompleksitas
Perbedaan paling mendasar ada pada tujuan dan struktur.
- Landing Page adalah halaman tunggal yang fokus pada satu aksi spesifik — misalnya promosi produk, pendaftaran event, atau penawaran jasa tertentu. Ia dibuat untuk mengonversi pengunjung jadi pelanggan.
- Website Perusahaan adalah portal utama yang berisi profil bisnis, layanan, kontak, portofolio, dan halaman lain yang menggambarkan identitas lengkap perusahaan.
Dengan kata lain, landing page ibarat brosur promosi, sedangkan website perusahaan ibarat kantor digital yang mewakili seluruh citra bisnis Anda di dunia online.
2. Tujuan Utama: Konversi vs. Kredibilitas
Sebuah landing page dirancang dengan tujuan tunggal: mendapatkan tindakan cepat dari pengunjung. Misalnya:
- Mengisi formulir penawaran
- Melakukan pembelian
- Mendaftar newsletter atau webinar
Setiap elemen di dalamnya diarahkan untuk meminimalkan distraksi dan memaksimalkan conversion rate. Biasanya tidak ada menu navigasi rumit, tidak ada banyak link keluar — hanya satu tombol penting: Call to Action.
Sedangkan website perusahaan punya misi lebih luas: membangun brand trust dan kredibilitas jangka panjang. Pengunjung di sini ingin tahu siapa Anda, apa nilai bisnis Anda, layanan apa yang ditawarkan, dan mengapa mereka harus memilih perusahaan Anda dibanding kompetitor.
Jadi, kalau landing page mengejar hasil cepat, website perusahaan menanam kepercayaan yang bertahan lama.
3. Desain & Struktur Konten
Dari sisi desain, landing page dan website perusahaan bisa terlihat mirip — tapi peran setiap komponennya berbeda.
Landing Page
- 1 halaman utama (biasanya panjang dengan scroll)
- Headline kuat + CTA jelas di awal
- Testimoni, keunggulan, dan ajakan bertindak
- Tanpa menu navigasi — supaya fokus ke aksi
Website Perusahaan
- Beberapa halaman (Home, Tentang, Layanan, Portofolio, Kontak)
- Struktur navigasi lengkap
- Konten informatif, bukan hanya promosi
- Menunjukkan profil profesional & nilai brand
Di sinilah banyak bisnis keliru — mereka ingin satu halaman tapi berharap hasil seperti website perusahaan. Padahal, tiap format punya kekuatan tersendiri bila digunakan sesuai konteks.
4. Kapan Gunakan Landing Page, Kapan Gunakan Website Perusahaan?
Ini pertanyaan yang cerdas, karena dari manapun Anda berasal baik dari Bandung, Jakarta, Medan, Makassar dan kota lainnya, memahami kapan penggunaan landing dan website menjadi hal yang penting. Berikut panduan praktisnya:
| Gunakan Landing Page Jika: | Gunakan Website Perusahaan Jika: |
|---|---|
| Anda sedang menjalankan kampanye iklan atau promosi produk spesifik | Anda ingin membangun citra perusahaan secara menyeluruh |
| Tujuan Anda adalah menghasilkan lead cepat (misal dari Google Ads) | Anda ingin dikenal sebagai brand yang kredibel dan profesional |
| Anda ingin halaman sederhana tapi efektif untuk mengarahkan trafik iklan | Anda ingin orang mengenal sejarah, tim, dan layanan lengkap bisnis Anda |
Kalau diibaratkan, landing page itu seperti “sales event”, sementara website perusahaan itu seperti “showroom tetap”.
5. Dari Sisi SEO dan Jangka Panjang
Landing page umumnya tidak dioptimalkan untuk jangka panjang — karena sering berubah mengikuti kampanye. Ia cocok untuk strategi berbayar seperti Google Ads atau Meta Ads.
Sebaliknya, website perusahaan adalah pondasi SEO jangka panjang. Halaman seperti “Tentang Kami” atau “Layanan” bisa dioptimalkan agar muncul di hasil pencarian Google secara organik. Semakin lama website aktif, semakin besar peluangnya untuk mendominasi kata kunci industri Anda.
Maka, idealnya bisnis punya keduanya: website utama untuk membangun brand, dan landing page pendukung untuk kampanye konversi.
6. Biaya & Waktu Pengerjaan
Karena skalanya berbeda, tentu biaya dan waktu pembuatan juga tidak sama.
- Landing Page: lebih cepat dibuat (1–2 minggu), biaya lebih ringan.
- Website Perusahaan: lebih kompleks (3–5 minggu), menyesuaikan jumlah halaman dan fitur.
Namun jangan salah — landing page yang benar-benar efektif tetap butuh perencanaan desain dan copywriting profesional. Karena satu CTA yang salah bisa menurunkan konversi secara signifikan.
7. Kesimpulan: Mana yang Lebih Penting?
Tidak ada yang “lebih baik” — yang ada adalah mana yang lebih sesuai kebutuhan bisnis Anda saat ini.
- Gunakan Landing Page untuk promosi cepat, pengumpulan data pelanggan, atau kampanye produk.
- Gunakan Website Perusahaan untuk membangun kepercayaan, reputasi, dan brand image profesional.
Banyak perusahaan sukses justru menggabungkan keduanya: mereka punya website utama yang kuat secara brand, lalu membuat beberapa landing page untuk tiap produk atau layanan.
8. Butuh Bantuan Menentukan yang Tepat?
Setiap bisnis punya karakter unik. Ada yang lebih cocok fokus di lead generation lewat landing page, ada pula yang perlu website perusahaan dengan struktur yang solid dan tampilan premium.
💡 Rekaweb membantu Anda menentukan strategi digital yang paling efisien — mulai dari perencanaan, desain UI/UX, hingga optimasi SEO. Kami siap membantu klien dari berbagai sektor seperti B2B, travel, fashion, hingga manufaktur di berbagai kota di Indonesia.
Yuk konsultasi dulu tanpa biaya. Kami bantu Anda merancang halaman yang tidak hanya tampil menarik, tapi juga benar-benar bekerja menghasilkan hasil.




